Back to Pages

Detail Berita

Militansi Iman OMK Indonesia Sedang Saja

1 tahun yang lalu

Komunio.id, Palembang – Selasa (27/6), Komisi Kepemudaan KWI mempresentasikan hasil Survei Militansi Iman OMK Indonesia. Presentasi ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan pastoral, membuka akses kepada OMK Indonesia untuk menyuarakan opini dan mengetahui metode pendampingan OMK Indonesia yang dapat dilakukan oleh Gereja Katolik.

Saat pembukaan, Lisa Esti, Unika Atma Jaya Jakarta, mememberikan materi tentang arti militansi iman. Ia mengatakan , militansi iman berarti bersemangat tinggi dan penuh gairah untuk percaya kepada Tuhan dan praktek implementasi iman dalam cara hidup.

Menurutnya, ada tiga bentuk militansi iman. Pertama, pengetahuan iman yang berkaitan dengan konsep sakral. Kedua, keterlibatan dalam peribadatan; pengalaman keagamaan dalam tindakan nyata. Ketiga, cara hidup yang dituangkan dalam solidaritas.

Terdapat 6 topik penelitian yang menjadi diteliti oleh KomKep KWI, yaitu Perayaan Iman, Pengalaman Gereja, Pengalaman Misioner, Penegasan Panggilan, Pengalamn Berziarah, dan Pengalaman Persaudaraan Insani Universal. Enam topik ini juga mencakup 3 karakteristik militansi iman; pengetahuan, peribadatan, dan cara hidup.

Hasil survei yang dilaksanakan membuahkan hasil yang terbagi menjadi 5 hal; profil responden (N: 5659), indeks 3 dimensi militansi iman, indeks per dimensi militansi iman, karakteristik militansi iman, dan pendampingan yang dibutuhkan OMK Indonesia.

Latius, Unika Musi Charitas Palembang, menambahkan kalau pengetahuan iman mempunyai indeks yang lebih tinggi dibandingkan aspek peribadatan dan praktek kehidupan. Pengetahuan iman ini meliputi nama pastor paroki dan terbuka untuk bekerja sama dengan siapa saja yang berkehendak baik. Hal ini membuktikan bahwa Orang Muda Katolik perlu meningkatkan keterlibatan dalam peribadatan dan perwujudan iman, sehingga tidak terhenti pada pengetahuan iman.

Dalam hal peribadatan, terbukti bahwa Orang Muda Katolik rajin mengikuti ekaristi. Sayangnya, pengalaman peziarahan – berziarah ke tempat suci Katolik tidak hanya di bulan perayaannya masih jadi yang terendah.

Bagian cara hidup, persaudaraan insani memiliki nilai tertinggi; terlibat ketika ada keluarga/saudara/teman/tetangga yang berdukacita walau beda agama, suku, dan status sosial. Sedangkan nilai terendah yakni pengalaman missioner-membantu orang lain sesuai talenta di luar komunitas Gereja Katolik.

Rudi Kriswanto melanjutkan, sebagian kecil Orang Muda Katolik pernah mengikuti ibadah di gereja lain selain gereja Katolik. Alasan mereka mengikuti ibadat di gereja lain selain Gereja Katolik adalah diajak teman, rasa ingin tahu, diundang kerabat/tetangga, dan tugas sekolah.

Kesimpulan dari hasil survei tersebut adalah tingkat militansi iman OMK Indonesia keseluruhan berada di level sedang. Orang Muda Katolik yang pernah mengikuti ibadah di gereja atau tempat ibadah yang lain berjumlah 61%. Orang muda Katolik yang tidak memiliki keinginan untuk pindah agama berjumlah 87,7%. Peran orangtua (75,1%) memengaruhi pertumbuhan iman OMK.**Maria Novenia

Supported